Jumat, 17 November 2017

Resensi Film Selam (Salam)

Judul Film     : Selam (Salam)
Direktur        : Levent Demirkale
Produser       : Eyup Sabri Koc
Penulis          : Necati Sahin
Pemain/Artis : Burcin Abdullah
                     Selma Alisphic
                     Tina Cvitanovic
Penata Musik   : Yucel Arzen
Cinematography: Aydin Iz
Asal Negara : Turki
Bahasa          :Turki
Tanggal Release: 29 March 2013 (Turkey)
Durasi           : 104 Menit
Setting           : Senegal, Turki, Bosnia, Kabul (Afghanistan)


selam2-j.jpg


  • Bucin Abdullah as Zehra (Zahra)
  • Yunus Emre Yildirimer as Harun
  • Hsan Nihat Kurkcu as Adem (Adam)
  • Tina Cvitanovic as Sasha (Sasha.murid Adam)
  • Muhamed Dupovac as Almir (Almir murid Adam)
  • Asja Pavlovic as Irina (Teman Adam)
  • Canan Uzun as Zeynep (zainab istri Adam)


Resensi Film Selam:
Film ini menceritakan perjalanan 3 orang guru ke 3 negara yang berbeda untuk mengajar di Senegal, Bosnia dan Kabul. Ketiga orang tersebut berasal dari Negara yang sama yaitu Turki. Ketiga guru ini membawa misi Selam (Salam).


Film ini sangat bagus dalam menceritakan perjuangan ketiga guru yang mendidik murid-muridnya yang tidak senegara dengan mereka. Dengan latar belakang Negara yang berbeda, Negara tempat mereka mengajar adalah Negara bekas terjadi peperangan, yang cukup membawa dampak berbagai aspek pada anak-anak di sana.

Pada awalnya dilatari dengan bandara, saat ketiga guru ini mulai berangkat ke negara tempat mereka berdakwah. Zahra (single) yang menuju ke Kabul, Harun (single) menuju ke Senegal, dan Adam (sudah berkeluarga) menuju ke Bosnia Harzegovina.

Film ini mengajarkan nilai-nilai berbudi, dimulai dengan perkenalan ketiga guru tersebut yang memperkenalkan selam (salam), salam adalah visi dan misi yang indah dan menyebarkan rasa aman ke seluruh alam. Ketiga guru tersebut tidak hanya menuliskan visi Salam saja, tapi benar-benar memberi contoh pada murid-murid dan orang-orang di sekitar mereka, bagaimana Salam begitu bermakna jika dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Zahra yang ditempatkan di Kabul, dan pernah terjebak di ladang ranjau bersama muridnya, begitu memperjuangkan nilai Salam di negeri rawan bahaya karena masih dalam masa kacau akibat perang saudara. Samet (Shomad) yang mengejar Zahra karena mencintainya, awalnya ia tidak mengerti mengapa Zahra mau jauh-jauh datang ke Kabul hanya untuk menjadi guru di negeri Asing rawan bahaya, namun akhirnya Samet mengerti setelah Zahra mengatakan bahwa apa yang ia dan Harun lakukan hanya bertujuan mendapat ridho Allah.

Harun yang juga mencintai Zahra namun tidak dengan jelas mengungkapkannya, berangkat ke Senegal (negeri orang kulit hitam). Di Senegal, Harun berkawan dengan Musa dan anaknya. Anak Musa awalnya punya dendam dengan orang kulit putih karena Aya adiknya tidak tertolong dan meninggal, karena mobil orang kulit putih tidak mau berhenti untuk membawa ke rumah sakit. Namun Harun dapat meluluhkan hatinya, karena sikap berbudinya, yang membuat anak Musa bisa menerima kehadiran Harun.

Adam yang beristrikan Zainab, saat akan berangkat ke Bosnia berjanji pada Zainab ia insyaAllah akan kembali saat kelahiran anak pertama mereka. Sesampainya di Bosnia, Adam bertemu dengan Irina, yaitu rekan sesama guru namun berbeda keyakinan, Irina beragama kristen namun sangat menghormati apa yang dibawa umat islam, karenanya Irina mau membantu sekolah Turki yang ada di Bosnia tersebut. Saat tiba hari Adam pulang ke Turki, ternyata Irina meninggal, dan Adam membatalkan kepulangannya sebab harus mendatangi pemakaman Irina. Keesokan harinya terjadilah peristiwa pertengkaran (balas dendam) Almir pada Sasha (keduanya adalah murid Adam, namun berbeda keyakinan). Ayah Almir meninggal karena ditembak tentara Serbia di atas sebuah jembatan. Almir dendam pada Sasha dan ingin membunuhnya, karena ayah Sasha tidak mau menyelamatkan ayah Almir saat butuh pertolongannya. Adam berusaha menyelamatkan kedua muridnya yang terjatuh ke dalam sungai, juga menyelamatkan hati Almir untuk mau menjadi jembatan penghubung atas segala perbedaan yang menyebabkan kebenciannya pada Sasha.

Film pembangun jiwa ini begitu menyentuh, hingga saya menangis di akhir film ini akan selesai. Dari Turki telah dibuat film yang menggambarkan kebesaran islam bahwa islam penebar kasih sayang bagi seluruh alam....... Film yang bagus untuk contoh pendidikan karakter pada anak-anak kita, semoga Allah meridhoi pembuat film dan seluruh artis dan crew yang berkontribusi pada film ini...Aamiin

#Film
#FilmIslami
#FilmMuslim
#FilmBerbudi
#Turki
#Akhlak


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

resensi buku resensi novel : Burlian

resensi buku resensi novel Judul Buku : BURLIAN; SERIAL ANAK-ANAK MAMAK Pengarang : Tere Liye Penerbit : Republika Tahun Terbit ...